Ini adalah (Ilmu untuk Merubah Nasib)
Aku sering mengajarkan siswa2ku suatu Mantra. Mantra ini bukan Mantra maha cahya, bukan Mantra tiada bandingan, bukan Mantra tiada tara. Namun hanya suatu Mantra kecil.
Mantra ini ada dihampir semua kitab2 buddhis, sangat sederhana hingga terlewatkan orang. Mantra ini adalah Mantra Dewa Bumi. Bunyi Mantra ini sebagai berikut:
"Namo Samanto Motonom, Om Turu Turu Tiwei Soha"
Dengan sungguh2 Aku memberitahukan kepada kalian semua, bahwa Mantra ini adalah sebuah ilmu rahasia untuk mengubah nasib.
Bukankah itu "Cuma Mantra Dewa Bumi yang biasa?" Tidak salah, Ia mempunyai kekuatan luar biasa untuk mengubah nasib, karena itu tidak boleh dianggap remeh.
- Ada orang yang membaca Mantra tersebut, maka penyakit kulit yang telah saya diderita selama sepuluh tahun hilang lenyap
- Ada orang yang bertampang sial, seumur2 sial terus setelah membaca Mantra tersebut oleh sina Kebahagiaan menyoroti wajahnya menjadi bercahaya dan nasibnyapun berubah total dari miskin menjadi kaya.
- Ada orang yang membaca Mantra tersebut, kemandulan yang telah diderita selama sepuluh tahun menjadi sembuh.
- Ada orang yang membaca Mantra tersebut, lalu urusan2 yang tadinya tidak lancar akhirny menjadi lancar, tidak ada satu hal pun yang membuatnya terhalang.
- Ada orang yang membaca Mantra tersebut, lalu mendapatkan jodoh bagus, mukanya bercahaya kemerah2an.
- Aada orang yang membaca Mantra tersebut, ia mendapatkan lotere besar.
Walau orang lain jarang menganjurkan, aku justru menganjurkan supaya mantra ini banyak dibaca secara rutin dan terus-menerus.
inilah penemuanku:
Pada suatu meditasi, aku merasa di sampingku ada seorang tua yang berambut putih dengan wajang kemerah2an.
- Kamu siapa?/Dewa Bumi
- Di dunia manusa apa yang anda suka lakukan?/Mengikuti orang yang punya banyak rejeki.
- Bagaimana pandangan anda terhadap alam toh?/ Lapisan Nirwana merupakan kekosongan, Lapisan Dewa Langit jernih dan suci di hadapan Dewa Tanah, rejeki dan malapetaka datang silih berganti.
- Bagaimana dengan nasib setiap orang?/ Nasib ditentukan oleh Karma (sebab-akibat). Karma itu saling mengait dan Nasib bersilang ruwet. Manusia harus sadar bahwa segala sesuatu ditentukan oleh Karma.
- Anda bicara betul, lalu bagaimana mengubah nasib? Apakah minta kepada Buddha?/Tidak cocok
- Minta kepada Dewi2?/Juga tidak cocok.
- Minta kepada Dewa Tanah?/ Nah, itu cocok.
- Bagaimana caranya?/Baca Mantra.
- Mantra yang mana?/Mantra Dewa Bumi.
Orang tua itu lalu membawaku naik kereta rusa. Mengarungi angkasa biru dan kami sampai di sebuah gunung, di tengah gunung itu ada sebuah kota besar, berkilauan mutu manikam, di dalam kita penuh dengan orang2 yang berambut putih muka kemerah2an, ada ribuan bahkan puluhan ribu, mereka tambak sangat sibuk, ada yang baru mendarat, ada yang sedang siap2 berangkat
- Ini negeri apa?/Negeri Dewa Bui.
- Para Dewa Bumi itu sedang sibuk apa?/ Sedang memberikan bantuan, mengatur dan mengubah nasib manusia.
Beginilah penemuanku.
Akhirnya, aku menyadari suatu kenyataan, bahwa melatih diri menjadi Buddha, tentu bisa merubah nasib. Melatih diri menjadi Dewa juga bisa merubah nasib, tapi dengan langsung membaca Mantra Dewa Bumi, perubahan nasib akan lebih langsung. Bila ingin mengubah nasib, orang harus memiliki kunci pembukanya. Pada prinsipnya, ilmu apapun juga harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi, adanya kondisi dan kejodohan, serta ikatan karma kehidupan masa lalu.
Asakan membaca Mantra Dewa Bumi ribuan kali, puluhan ribu kali, ratusan ribu kali, secara sungguh2, maka sinar Dewa Bumi akan menyoroti, nasibpun bisa berubah, ini sungguh2!!!!
Semboyan Dewa Bumi adalah: Amal tanpa pamrih.
Tulisan ini baik untuk diperbanyak. Untuk disampaikan ke Vihara/Klenteng dan untuk diberian secara gratis, sopan dan tanpa pamrih kepada mereka yang ingin memperbaiki nasib.
Pesan tambahan dari saya yaitu di sini jangan lupa juga TUHAN lah yang menciptakan semuanya.
Terima Kasih,Salam Rahayu

My family and i return all i took from you..
BalasHapus