Source:(http://www.epochtimes.co.id/kehidupan.php?id=656)
Di sini saya mau share tentang salah satu artikel yang saya temukan dan saya mau bagian di blog saya. Artikel ini bercerita tentang seorang Guru Li yang sangat terkenal di China sana dengan kekuatan supranaturalnya, nah di sini yang saya mau bagikan ialah bagaimana dia memberikan pengertian(lihat tulisan yang telah saya bold dan italic). Semoga berguna.
Semasa kelas belajar Falun Gong periode I di Dalian (sebuah kota di timur laut Tiongkok) pada April 1994, pada saat sedang jeda, Himpunan Qigong (baca: ji kung = ilmu / teknik latihan pernapasan / tenaga dalam) Kota Dalian mengundang Guru Li untuk berwisata ke jalan pesisir dan Pantai Harimau untuk menikmati panorama pantai. Seorang anggota himpunan yang telah terbuka mata ketiganya berkata dengan antusias: “Coba lihat di sana ada naga yang sedang bermain air! Juga turut datang seorang bidadari yang menuntun seekor naga, dan di langit banyak sekali bertebaran benda-benda supernormal.” Para murid Falun Gong pun bersuka cita dan mengatakan: “Itu pasti untuk menyambut Guru kami,” ujar mereka. Mendengar hal itu, Guru Li tidak berkomentar apa-apa, hanya secara diam-diam menulis sebaris huruf di atas pasir: “Kemampuan supranatural bukanlah segala-galanya, Dafa (baca: ta fa = maha hukum) lah hal yang paling utama.”
Di dalam ajaran Falun Gong (baca: faluen kung), Guru Li seringkali mengingatkan kepada para murid, kemampuan supranatural bukanlah hal yang utama, berkultivasi hati barulah yang paling krusial." Yang paling utama dari kultivasi (cara hidup yang mengutamakan peningkatan EQ/emotional quotient dan SQ/spiritual seseorang) adalah meningkatkan perilaku moral diri sendiri, penggunaan kemampuan metafisik bukan hal yang penting". Banyak ilmuwan menemukan, kemampuan supranatural betul-betul eksis, namun jika hendak mempertahankannya dalam jangka waktu lama, agar pada setiap uji ilmiah memperoleh data pengulangan yang konsisten, ternyata tidaklah mudah.
"Guru Li menjelaskan pula bahwa kondisi masyarakat awam tidak boleh sembarangan diusik. Sang Pencipta mengatur sebuah situasi eksistensi seperti ini kepada manusia, justru agar manusia berada di dalam kabut misteri kesesatan dan tidak mampu menyaksikan fakta yang eksis pada ruang dimensi lain. Dengan demikian manusia di dalam proses takdir: lahir-tua-sakit-mati dapat secara bertahap melunasi hutang karma (dosa) yang telah dilakukan semasa hidupnya melalui reinkarnasi berulang-ulang".
Jika semua orang terbuka mata ketiga (batin) nya, sehingga mampu melihat tembus tubuh manusia dan melihat benda yang berada di balik dinding, serta mampu melihat jiwa yang eksis di ruang lain dimana mereka mampu melayang ke sana ke mari, apakah itu masih bisa disebut sebagai masyarakat manusia biasa? Hal yang secara serius dapat mengganggu kondisi masyarakat manusia biasa, mutlak tidak boleh terjadi dalam skala besar. Jika para ahli Qigong dapat menyembuhkan semua penyakit dan semua orang merasa terbebas, tiada lagi yang sakit, serta hutang dosa yang menjadi tanggungannya tidak perlu dilunasi lagi, bukankah hal itu merupakan gangguan serius terhadap eksistensi dari umat manusia? Hal semacam itu mutlak tidak boleh terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar